PUISI dari _yourbae
/1/
Kepadamu,
Aku mulai mengenalmu lewat obrolan-obrolan
yang melintas di ruang terbatas.
Memahami setiap bentuk tulisanmu yang terkadang membuatku termangu.
Mulai menyukai caramu melempar lelucon,
kemudian disambut gelak tawa siapapun yang membacanya. Sampai akhirnya berada pada satu lingkup yang sama;
yang mengharuskanku terus berinteraksi denganmu dan lainnya.
Memahami setiap kata
yang terpampang pada layar datar—
yang setia dicumbu oleh ibu jariku sampai larut,
melontarkan sedikit demi sedikit kata yang mampu membuatmu memahami sebuah makna;
bahwa aku, kini membuka hati untukmu.
Namun daratan menarikku kembali dari tengah laut asmara, mengingatkanku akan kepemilikan hatimu yang bukan akulah rumahnya.
/2/
Kepadamu,
Barangkali, benar ucapan kupunya teman lama.
Bahwasannya setiap kepala memiliki isi yang tak sama; setiap hati memiliki cara mencintai yang berbeda.
Dan di sinilah aku sekarang;
berada antara kasih yang tak sampai
dan asa yang ingin terus kugapai—
perihal kamu pastinya.
Barangkali juga, benar kata pepatah.
Mencintai tidaklah melulu harus memiliki.
Rasa yang berpendar bisa menjadi bumerang apabila tak bisa menahannya untuk tidak meronta keluar dari penjara.
Pun, pertahanan yang siap runtuh meminta topangan penuh.
/3/
Kepadamu,
Jika nanti hatiku benar-benar jatuh, biarkanlah.
Telah kuarungi lautan duka yang berurusan dengan tiada tangkap yang sedia. Telah terbiasa hatiku terempas,
sebab kamu lebih dulu dirampas.
Kamu tenang saja,
aku dilatih menjadi mahir berpura-pura untuk sekadar menahan sesak di paru.
Kamu tenang saja.
—yourbae
#yourbaelist
Komentar
Posting Komentar